Setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Peribahasa ini mungkin sudah tidak asing lagi. Dalam konteksnya sifat dan sikap manusia tentu berbeda-beda. Namun dalam konteks yang berbeda peribahasa ini akan jadi guyonan yang menarik seperti gambar diatas

Tidak semua angan-angan selalu sejalan dengan kenyataan. Ada masanya realita berbanding terbalik dengan rencana yang telah dibuat. Kekecewaan yang besar seringkali membuat kita terjatuh. Terus-terusan dalam kondisi ini bisa munngkin membuat kita seperti orang paling menderita. Kuncinya SABAR…

Ya allah ya Tuhanku yang Maha Pendengar…

Malam ini biarkan hati dan pikiranku beritirahat dengan tenang dan jadikan aku seorang muslimah yag tidak memandang dan tidak dipandang. Karena sesungguhnya hanya engkau Maha pemilik segala-galanya. 

Hallo masa lalu, baru saja aku tapaki lagkah demi langkah waktu ku saat ini. Namun entah kenapa bahu ini seolah ingin selalu menoleh padamu. Bukankah engkau telah bahagia? Tidak..tidak…bila bahagia adalah bersamanya megapa masih sering engkau sapa diriku?

Bagaimana mungkin asmara ini beralih dengan mudah saat bayang mu terus melangkah mengikuti jejakku? 

Bermimpilah dan gantungkan mimpimu setinggi langit! Jangan hiraukan orang yang meremehkanmu, ingatlah Allah akan senantiasa memeluk mimpi-mimpumu.